News

Dynamite Magazine CD Kompilasi

cover_dy_big

Pada tanggal 26 Juli 2013 sebuah majah musik kenamaan Dynamite yang berasal dari jerman yang mengulas tentang musik Rockabilly, Psychobilly, Country, Soul, dan Ska ini telah rilis edisi yang ke 84. Dalam kesempatan ini Prison Of Blues diberi kepercayaan untuk turut serta mengisi album kompilasi Dynamite yang merupakan sebuah bonus dari pembelian majalah tersebut.

Di dalam album kompilasi edisi 84 ini Prison Of Blues ikut bersama 20 band-band yang bagus dari berbagai negara di Eropa. Untuk lagu Prison Of Blues yang ada di kompilasi tersebut diambil dari album pertama yang berjudul “trick Or Threat”.

Menurut Petra Hornberger yang merupakan penyusun dari album kompilasi tersebut, Prison Of Blues merupakan Band pertama yang berasal dari Asia yang ikut serta dalam album kompilasi Dynamite sejak edisi pertama. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Prison Of Blues karena telah berpartisipasi dan bisa dikenal oleh masyarakat di Eropa.

Prison Of Blues turut serta dalam kompilasi Dynamite edisi 84 ini merupakan langkah awal untuk membuka jalan dalam bermusik sekala Internasional, dan harapan dari Prison Of Blues adalah semoga karya seni kita dapat diterima dan dinikmati oleh masyarakat Eropa maupun dunia.

 

         dynamite cd

Ghouls Night Out

 

Prison Of Blues

BAGAIMANA jadinya jika band-band Psychobilly terbaik dari kota Yogyakarta, Bali, dan Bandung tampil dalam satu panggung. Hasilnya, Jumat malam, (28/6) lalu suasana mencekam terjadi di Taman Budaya Yogyakarta. Nah, apa kah itu Psychobilly? Makhluk ini merupakan genre musik yang mengawinkan unsur Punk Rock dan Rockabilly, tema-tema lagu yang dimainkan memang mencekam, mulai horor, teror, hingga pembunuhan, meski juga banyak yang mengangkat tema realitas dan kritik sosial ke dalam lagu-lagunya. “Ghouls Night Out” adalah nama gigs malam tersebut, dan “Psycho Punk Show” dijadikan sub judulnya, karena pada dasarnya Psychobilly dengan Punk Rock memang masih satu akar dalam bermusik. Total tujuh band Psychobilly dan Punk Rock dari Yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan band Psychobilly dari pulau dewata, Suicidal Sinatra yang sudah memiliki penggemar fanatiknya ikut ambil bagian. Selain itu, Bloody Hollow ( Yogyakarta ), Prison Of Blues (Temanggung), dan Kereta Susana (Bandung) adalah nama-nama yang membuat mata dan telinga penonton yang datang langsung tercengang. Sesuai dengan tema “Psycho Punk Show” beberapa band Punk Rock di antaranya The The The, Royal Fog, dan Bunga Indah Di Taman juga ikut membakar Jumat malam itu. Menurut Bowo Prisoner (Vokal/Gitar Prison Of Blues) musik Psychobilly masih awam di telinga masyarakat Indonesia, karenanya gigs yang diselenggarakan secara gratis ini diharapkannya bisa berkelanjutan dan menjadi annual gigs

Tribun Rocker –

Prison Of Blues Telah Merampungkan Tour Promo Album “Trick Or Threat”

Prison Of Blues beberapa waktu yang lalu baru saja merampungkan tour promo album serta video klip yang berjudul Trick Or Threat. Tour tersebut di laksanakan di 4 kota besar di Jawa yaitu dimulai dari Yogyakarta, dilanjutkan ke kota pahlawan Surabaya, dan disambung 1 minggu kemudian Prison Of Blues mengguncang Ibukota Jakarta, setelah selesai pagi harinya langsung tolak ke kota kembang, Bandung.

Tour tersebut bisa dibilang berjalan lancar dan tidak lancar, dikarenakan ketika kita sampai di jakarta kita menurunkan instrumen bawaan kita, setelah di buka kontra bass atau bass betot milik baskoro patah neck nya, kita sempat panik dan bingung, dan akhirnya apa boleh buat kita bermain menggunakan bass elektrik, dengan tidak mengurangi cita rasa psychobilly dari Prison Of Blues, kami bermain secara maximal dan para pengunjung cafe sangatlah excited.

Kecemasan kami masih berlanjut terutama si Baskoro yang puyeng dengan leher pacarnya yang patah (kontra bass), padahal keesokan harinya sudah harus berangkat ke Bandung melanjutkan rangkaian tour, untung di Bandung kami mempunyai teman-teman dari band psychobilly juga yaitu Kereta Susana yang bersedia meminjamkan kontra bass milik mereka.

Lain Jakarta lain Bandung, disini kami bermain bersama band Punk Rock asal Bali yaitu The Sneaker, dan band-band dari kota Bandung tentunya. Berbeda dengan Jakarta, Crowd di Bandung lebih ramai dan bervariatif dan lebih excited lagi. Setelah usai bermain di Bandung, kami kembali ke bus kami untuk kembali ke kota tercinta kami dengan hati senang riang gembira dan badan pegal pegal

Setalah merampungkan Tour promo albumnya, sekarang Prison of Blues sedang menunggu rilisan album kompilasi dari Jerman bersama 20 band Ska, Rockabilly, Psychobilly dari seluruh dunia, dan Prison Of Blues merupakan Band dari Asia pertama yang mengikuti kompilasi tersebut, kompilasi yang merupakan rilisan dari sebuah majalah musik kenamaan dari Jerman tersebut akan rilis di pertengahan bulan Juli tahun 2013 ini.

“Trick Or Threat” Video Telah Diluncurkan

Denpasar, Sabtu 9/02/2013 Prison Of Blues telah meluncurkan sebuah video klip pertama yang berjudul “Trick Or Threat” yang bertempat di Warung Tresni daerah Renon Denpasar. Video ini digarap oleh Sutradara kenamaan di Pulau Dewata Erick Est yang mengambil tema Horror thriller di malam perayaan Halloween.

Peluncuran video klip “Trick Or Threat” ini sendiri berlangsung meriah dengan sejumlah band, musisi, dan seniman Bali sendiri meramaikan acara tersebut. Dibuka dengan jam session oleh sejumlah musisi blues yang dikomandani Putu Indrawan dengan menampilkan seorang gitaris blues asal jepang. Berikutnya disambung dengan penampilan band kocak yaitu De Buntu yang digawangi Bardon tampil mengocok perut para penonton dengan lagu mereka seperti “Taman Ria,Lirak Lirik Laki-Laki sampai Si Gembala Sapi”

Menariknya dalam acara tersebut juga tampil duo personil band grunge kawakan asal Bali Navicula yakni Robby (vocal) dan Dangki (gitar), tetapi meraka bermain sendiri-sendiri dengan project mereka masing-masing. Robby yang sekaligus bermain gitar tampil bersama band nya yang bernama Ganjil Band, yang hanya diperkuat dengan Drum saja. Sementara Dangki Tampil secara solo dengan lagu-lagu Pohon Tua nya. Acara terus berlanjut dengan penampilan salah seorang sastrawan dari Bali juga yaitu Wayan Jengki dengan puisi-puisi nya.

Memuncaki penampilan malam itu, diputarlah video klip “Trick Or Threat” yang digarap oleh sutradara Erick Est. Dalam Klip ini dikisahkan para personil Prison Of Blues yakni Bowo (vocal,Gitar), Ndaru (Lead Gitar), Baskoro (Stand-up Bass_. dan Antok (Drum), disekap oleh seorang ibu setengah baya yang merasa terganggu karena perayaan malam halloween yang mereka gelar, mengganggu dan bising.

Keempat orang ini terlihat diikat dan ditodong kepalanya dengan pistol oleh ibu-ibu tadi. Terlihan ekspresi gemetaran dan ketakutan dari para personil tersebut yang mampu divisualisasikan oleh Erick Est. dan di Akhir Klip, para penonton pun ngakak karena diketahui pistol yang digunakan adalah mainan dan si ibu judes tadi cuma main-main.

Setelah pemutaran video klip selesai kemudian langsung disambung oleh permainan Prison Of Blues yang membawakan sekitar 5 lagu seperti “Trick Or Threat, Who Killed Your Friend”, dan mereka juga membawakan ulang lagu “Brand New Cadillac” milik Vince Taylor, “Johnny Be Goode” nya Chuck Berry sampai lagu dari seorang legend reggae pun dibawakannya yaitu “I Shot The Sherriff”.

Rilis Album Di Bulan Halloween

Pada 31 oktober 2012 Prison Of Blues telah merilis album EP pertama yang berjudul ” Trick Or Threat “. Berisi 6 lagu dengan satu lagu intro, satu lagu bertema tentang kehidupan, tiga lagu yang bertema horor, dan satu lagu cinta. isinya sebagai berikut ” Tobacco City Psychobilly ” merupakan lagu pembuka di album ini. ” Who Killed Your Friend?” lagu ini bercerita tentang seseorang yang ketakutan dan penasaran karena teman-temannya telah mati dibunuh oleh sosok yang tidak diketahui olehnya. ” Trick Or Threat ” lagu yang merupakan single dan sekaligus judul album ini bercerita tentang teror yang dialami seseorang di malam halloween. ” Jealousy ” lagu ini bercerita tentang kejadian yang sering dialami pada tongkrongan-tongkrongan atau komunitas, orang-orang yang iri dan sirik terhadap kami. ” Spent Tonight with You ” ini merupakan sebuah lagu cinta pertama Prison Of Blues Yang bercerita tentang seorang lelaki yang tidak ingin jauh dan berpisah dengan pasangan hidup yang dicintainya. dan lagu pamungkas di album ini berjudul ” Bloody Valentine ” menceritakan tentang kejadian yang menyeramkan di hari valentine.

Prison Of Blues bersama Cenobites dari Belanda

Pada bulan Oktober 2012 Prison Of Blues telah mengikuti sebuah band psychobilly dari belanda “Cenobites” yang sedang melakukan tour di Indonesia, tetapi Prison Of Blues hanya bermain di dua kota yaitu Bandung dan Jogjakarta, sedangkan Cenobites bermain di empat kota yaitu Bandung, Jogjakarta, Bali, dan Tangerang, Kami sangat senang dan bangga bisa bermain satu panggung bersama band seperti Cenobites, dan itu merupakan pengalaman yang berharga buat kami. Harapan kami semoga semakin banyak band-band Psychobilly dari mancanegara mengadakan tour di Indonesia seperti Cenobites